CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 24 April 2012

EJAAN BAHASA INDONESIA


EJAAN BAHASA INDONESIA
A.      Penulisan Huruf
Ada 26 huruf yang digunakan dalam abjad bahasa Indonesia yaitu:
Aa, Bb, Cc, Dd, Ee, Ff, Gg, Hh, Ii, Jj, Kk, Ll, Mm, Nn, Oo, Pp, Qq, Rr, Ss, Tt, Uu, Vv, Ww, Xx, Yy, Zz.
Selain dari huruf abjad diatas dalam  bahasa Indonesia terdapat:
Huruf vocal: a, i, u, e, o.
Huruf konsonan: b, c, d, f, g, h. j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, x, y, z.
Huruf diftong: ai, au, oi.
Gabungan konsonan: sy, kh, ng, ny.
B.      Pemakaian Huruf Capital.
Huruf kapital atau huruf besar selalu dipakai saat-saat tertentu seperti:
1.       huruf pertama kata pada awal kalimat, contoh:
Dia membaca buku.
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.

2.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung, contoh:
Orang itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
"Kemarin engkau terlambat," katanya.
"Besok pagi," kata Ibu, "dia akan berangkat."

3.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan, contoh:
Islam-Qur’an
Kristen-Kitab/Injil
Allah
Yang Maha Pengasih
Tuhan akan menunjukkan hidayah pada hamba-Nya
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang, contoh:
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim
Catatan: huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang, contoh:
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
Pada tahun ini dia pergi naik haji.
Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.
5.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu, contoh:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Malaysia
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
Gubernur Jawa Tengah

6.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya, contoh:
Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
Sidang itu dipimpin Presiden.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu, contoh:
Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu?
Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal.
Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.
7.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang, contoh:
Helmi Ali Akbar
Wike Octora Olivia
Wage Rudolf Supratman


Catatan:
·         huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal).
J.J de Hollander
J.P. van Bruggen
H. van der Giessen
Otto von Bismarck
Vasco da Gama
·         Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti, contoh:
Abdul Rahman bin Zaini
Ibrahim bin Adam
Siti Fatimah binti Salim
Zaitun binti Zainal

8.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, contoh:
N - Newton
pascal second – Pas
J/K atau JK-1 - joule per Kelvin
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, contoh:
mesin diesel
10 volt
5 ampere
9.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa, contoh:
bangsa Eskimo
suku Sunda
bahasa Indonesia
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan, contoh:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kejawa-jawaan
10.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya, contoh:
tahun Hijriah                      tarikh Masehi
bulan Maret                       hari Natal
hari Jum’at                          bulan Maulid
hari Lebaran

11.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama peristiwa sejarah, contoh:
Perang Badar
Perang Dunia I
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama, contoh:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
12.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi, contoh:
Banyuwangi                       Asia Tenggara
Cirebon                                                Amerika Serikat
Eropa                                    Jawa Barat

13.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi, contoh:
Bukit Barisan                                      Danau Toba
Dataran Tinggi Dieng                       Gunung Merapi
Jalan Diponegoro                             Jazirah Arab
Ngarai Sianok                                     Pegunungan Jayawijaya
Selat Malaka                                      Terusan Suez
Sungai Musi

14.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya, contoh:
Ukiran Jepara
Asinan Bogor
Tari Melayu
Mpek mpek Palembang

Catatan:
·         Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi, contoh:
                Berlayar ke teluk                              mandi di danau
                Berenang disungai                           menyeberangai selat
·         Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis, contoh:
Kunci inggris                     
Petai cina
Pisang ambon

15.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk, contoh:
Republik Indonesia
Departemen Keuangan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, contoh:
beberapa badan hukum
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
menjadi sebuah republik
menurut undang-undang yang berlaku
16.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan, contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan

17.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal, contoh:
Saya telah membaca buku Dari Sujud ke Sujud
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".

18.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri, contoh:
Dr.          doctor                                                   K.H         kiai haji
S.E          sarjana ekonomi                              Sdr         saudara
S.H         sarjana hokum                                  Ny          nyonya
S.Kep    sarjana keperawatan                     Prof       profesor
M.A       master of arts                                    S.Pdi      sarjana pendidikan islam

Catatan: Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.
19.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan, contoh:
Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"
Besok Paman akan datang.
Surat Saudara sudah saya terima.
"Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.
"Silakan duduk, Dik!" kata orang itu.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan, contoh:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.
20.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan, contoh:
Sudahkah Anda tahu?
Siapa nama Anda?
Surat Anda telah kami terima dengan baik.

C.      Penulisan huruf bercetak miring.
1.       Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan, contoh:
Saya belum pernah membaca buku Surat Kecil untuk Tuhan karangan Agnes Davowar
Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.
Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka.
Catatan: Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik.
2.       Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata, contoh:
Huruf pertama kata abad adalah a.
Dia bukan menipu, melainkan ditipu.
Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital.
Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan.

3.       Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia, contoh:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak.
Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.
Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'.
Catatan:
·         Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.
Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.
                Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus.
·         Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi.

D.      Penulisan Kata.

a)      [sunting]Kata Dasar, Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan, contoh:

Buku itu sangat menarik.
Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu.
Kantor pajak penuh sesak.
Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos.
b)      Kata turunan:
1.       Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya, contoh:
Berjalan                                       kemauan
Dipermainkan                           lukisan
Gemetar                                     petani
o   Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia, contoh:
mem-PHK-kan
di-PTUN-kan
di-upgrade
me-recall

·         Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya, contoh:
bertepuk tangan
garis bawahi
menganak sungai
sebar luaskan

·         Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai, contoh:
dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan
penghancurleburan
pertanggungjawaban

·         Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai:
Adipati                                         prasangka
Paripurna                                   narapidana
Ekstrakurikuler                        transmigrasi
Poligami                                      pascasarjana
Mahasiswa                                                mancanegara

c)       Bentuk kata ulang
Bentuk kata ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung, contoh:
Buku-buku                                          mondar-mandir
Meja-meja                                         mata-mata
Sayur-mayur                                      ramah-tamah
Terus-menerus                                 hati-hati
Jalan-jalan                                           tukar-menukar

d)      Gabungan kata
·         Gabungan kata/kata majemuk ditulis terpisah, contoh:
Orang tua                                           rumah sakit
·         Gabungan kata yang mungkin menimbulkan makna ganda, contoh:
Anak-istri                            (anak dan istri)
Buku – sejarah baru       (buku sejarah yang baru)
Buku sejarah – baru       (sejarahnya baru)

·         Gabungan kata yang sudah lazim dan dianggap sebagai satu kesatuan ditulis serangkai, contoh:
Halalbihalal                        segitiga
Barangkali                          sukacita
Olahraga                             saputangan
Matahari                             peribahasa

e)      Kata ganti
Kata ganti ku, mu, nya dan kau dengan kata yang mengikutinya atau yang mendahuluinya, kecuali pada Mu dan Nya yang mengacu pada tuhan ditulis dengan huruf kapital dan diberi tanda hubung (-), contoh:
Nasehat orang tua harus kauperhatikan
Anakku, anakmu dan anaknya sudah mengikuti bimbingan belajar itu
Yaa Allah hanya kepada-Mulah kami minta pertolongan

f)       Kata depan
Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali yang sudah dianggap sebagai satu kesatuan seperti kepada dan daripada contoh:
Di mana ada gula, di situ ada semut
Pencuri itu keluar dari pintu belakang
Mahasiswi itu akan berangkat ke luar negeri

g)      Kata sandang.
Kata sandang si, sang, hang, dang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh: Baron dijuluki “si mulut besar”

h)      Partikel
·         Partikel lah, kah tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya, contoh:
Pergilah sekarang!
·         Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, contoh:
Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
Hendak pulang tengah malam pun masih ada kendaraan.
Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu.
Kata yang sudah dianggapa padu ditulis serangkai seperti meskipun, walaupun, bagaimanapun, sekalipun, andaipun, ataupun, kalaupun, meskipun, sekalipun.

·         Partikel per yang berarti “mulai”, “demi”, “tiap” ditulis terpisah seperti:
Mereka masuk satu per satu
Harga kertas sekarang Rp.25.000,00 per rim

i)        Singkatan Dan Akromin
Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
·         Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu, contoh:
A.H nasution                     Abdul Haris Nasution
M.Si                                      magister sains
S.Kom                                  sarjana komunikasi
M.B.A                                  master of business administration
·         Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik, seperti:
DPR                       Dewan Perwakilan Rakyat
PBB                       Perserikatan Bangsa Bangsa
WHO                    World Health Organization
PT                          Persesoan Terbatas
SD                          Sekolah Dasar
·         Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik, contoh:
Jml.                       jumlah
Kpd.                      kepada
Tgl.                        tanggal
Yg.                         Yang
No                         nomor
·         Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik, seperti:
Yth.                       Yang terhormat                                               
Dsb.                      dan sebagainya
Dst.                       Dan seterusnya
Catatan: singkatan ini dapat digunakan untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah.
·         Singkatan kata yang terdiri atas dua huruf (biasa digunakan dalam surat-menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik, seperti:
a.n.                       atas nama
d.a.                       dengan alamat
u.b.                       untuk beliau
·         Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik, contoh:
Cm                        centimeter
Kg                          kilogram
L                             liter
Rp.                        rupiah

Akromin, Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata.
·         Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik, contoh:
LIPI                        Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
STIT                       Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah
PASI                      Persatuas Atletik Seluruh Indonesia
SIM                       Surat Izin Mengemudi
·         Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital, contoh:
Bulog                    Badan Urusan Logistik
Bappenas           Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Catatan:  Jika pembentukan akronim dianggap perlu, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut:
·         Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata).
·         Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat.

j)        Angka Dan Lambang Bilangan
Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.
·         Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan, contoh:
- Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.
- Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku.
- Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orangtidak memberikan suara.
- Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.
·         Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat, contoh:
- Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian.
- Panitia mengundang 250 orang peserta.
·         Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca, contoh:
-          Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.
-          Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.
-          Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun.

k)      Pembentukan istilah dan penulisan unsur serapan.
Istilah adalah kataatau gabungan kata yang dengan cermat menyebutkan makna konsep, proses keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Beberapa sumber istilah bahasa yang dapat diambil sebagai istilah:

1.       Bahasa Indonesia/melayu
·         Kata yang paling tepat mengungkapkan makna konsep, proses, dan keadaan, contoh:
-          Bea                                pajak barang masuk dan keluar
-          Cukai             pajak hasil perusahaan atau industry
-          Pajak             iuran wajib dari rakyat sebagai sumbangan kepada Negara
·         Kata yang paling singkat dari pada yang lain yang berujukan sama, contoh:
-          Gulma           tumbuhan pengganggu
-          Suaka            perlindungan
-          Kosa              perbendaharaan
·         Kata yang bernilai rasa baik dan enak didengar, contoh:
-          Pramuniaga                                pelayan toko besar
-          Pembantu                   babu/jongos
-          Karyawan                    pekerja/buruh
-          Pramuwisata              penunjuk jalan

2.       Bahasa – bahasa daerah serumpun
Bahasa Indonesia masih kekurangan kata-kata yang bernilai rasa atau kata-kata efektif yang melambangkan curahan hati masyarakat, kata-kata yang sering digunakan dalam pemakaian bahasa Indonesia adalah:
-          Sempoyongan           terhuyung-huyung seperti hendak jatuh
-          Bertele-tele                               berbicara tidak jelas ujung pangkalnya
-          Bobrok                         rusak sama sekali
-          Langka                          susah didapat
-          Tuntas                          selesai sepenuhnya
-          Pesangon                    uang untuk karyawan yang diberhentikan
3.       Bahasa asing
Pemakaian bahasa asing dapat dilakukan apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
·         Istilah bahasa asing lebih cocok konotasinya atau lebih bermakna daripada persediaan kata yang ada, contoh:
-          Konfirmasi                  penegasan atau pengesahan
-          Amatir                          tanpa bayaran
-          Logis                              masuk akal
-          Spontan                       tanpa diminta-minta/dengan sendirinya
·         Istilah asing yang dipilih lebih singkat daripada terjemahannya, contoh:
-          Dokumen                    surat-surat penting yang jadi bukti
-          Etiket                            cara kesopanan yang dilazimkan
Terkadang terdapat istilah bahasa asing yang diizinkan dipakai dalam bahasa Indonesia, contoh:
-          Manager                      pengelola
-          Temperature             suhu
-          Kreativitas                   daya cipta
-          Sector                           bidang
Cara memasukkan istilah bahasa asing dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.       Melalui penerimaan secara utuh
Diterima sebagaimana adanya dalam bahasa aslinya, ini jika istilah tersebut bersifat internasional atau orang belum menemukan padanannnya dalam bahasa Indonesia, contoh:
-          De jure                         menurut hokum
-          De fakto                       menurut kenyataan
-          Cum laude                  dengan pujian
2.       Melalui terjemahan
Dalam menterjemahkan istilah asing yang penting ialah kesamaan makna konteks, bukan makna harfiahnya, contoh:
-          Up to date                  mutakhir
-          Bilateral                        dua pihak
-          Feedback                    umpan balik
3.       Melalui adaptasi: penyesuaian ejaan/system bunyi bahasa Indonesia:
-          Integration                 integrasi
-          Research                     riset
-          University                   universitas

l)        Pemakaian Tanda Baca
1)      Tanda titik, dipakai pada:
-          Pada akhir kalimat, contoh saya makan nasi.
-          Pada singkatan nama orang, contoh: George W. Bush
-          Pada akhir singkatan nama gelar, jabatan, pangkat dan sapaan, contoh:
§  Dr.
§  Prof.
§  Bpk.
-          Pada singkatan dan ungkapan yang sangat umum, contoh:
o   Dll.
o   Dsb.
o   Tgl.
-          dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu, contoh:
Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
-          dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya, contoh:
Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

2)      Tanda koma, dipakai pada:
-          dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan,contoh:
Saya menjual baju, celana, dan topi.
-          dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan, contoh:
Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
-          dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya, contoh:
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
-          dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi, contoh:
oleh karena itu, kamu harus datang
jadi, saya tidak dating.
-          dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat, contoh:
o, begitu
wah, bukan main hebatnya.
-          dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: Kata adik, "Saya sedih sekali".
-          dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan, contoh:
Medan, 18 Juni 1984
-          dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.
-          dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.
-          dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
contoh: Rinto Jiang, S.E.
-          dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka, contoh:
3,55 m
Rp.10,50
-          dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.
-          dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.

3)      Tanda Titik Koma (;)
-          dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
-          dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

4)      Tanda Titik Dua (:)
-          dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.
-          dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
Ketua                              : Wike Oktora Olivia
Wakil Ketua                 : Sofianti Hamzah
Sekretaris                    : Wirda Faska
Wakil Sekretaris         : Nabila Azizah
Bendahara                    : Fitriani
Wakil bendahara       : Dina Hudayani
-          dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Wike  : "Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!"
Wirda : "Siap, Boss!"
-          dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
(i) Tempo, I (1971), 34:7
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
-          dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding).
Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2:1.
Catatan: titik dua (:) tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
5)      Tanda Hubung (-):
-          menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan
-          menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal, contoh:
p-e-n-g-u-r-u-s
31-10-1991

-          dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan, contoh:
ber-evolusi.
-          dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, (d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (e) nama jabatan rangkap.
Contoh:
tahun 50-an
ber-SMA
KTP-nya nomor 11111
sinar-X
Menteri-Sekretaris Negara
Se-indonesia
Hadiah ke-2
-          dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
di-charter
pen-tackle-an

6)      Tanda Elipsis (...)
-          dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, misalnya untuk menuliskan naskah drama.
Contoh: Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.
-          menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan, misalnya dalam kutipan langsung.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
Contoh: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati ....

7)      Tanda Tanya (?)
-          dipakai pada akhir tanya.
Contoh:
Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?
-          dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

8)      Tanda Seru (!)
-          dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
Bersihkan meja itu sekarang juga!
Sampai hati ia membuang anaknya!
Merdeka!
Catatan: Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.
9)      Tanda Kurung ((...))
-          mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh: Bagian Keuangan menyusun anggaran tahunan kantor yang kemudian dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) secara berkala.
-          mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
Pertumbuhan penjualan tahun ini (lihat Tabel 9) menunjukkan adanya perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.
-          mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a)
Pembalap itu berasal dari (kota) Medan.
-          mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh: Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c) promosi.
Catatan: Hindari penggunaan dua pasang atau lebih tanda kurung yang berturut-turut. Ganti tanda kurung dengan koma, atau tulis ulang kalimatnya.
Contoh:
  • Tidak tepat: Nikifor Grigoriev (c. 1885–1919) (dikenal juga sebagai Matviy Hryhoriyiv) merupakan seorang pemimpin Ukraina.
  • Tepat: Nikifor Grigoriev (c. 1885–1919), dikenal juga sebagai Matviy Hryhoriyiv, merupakan seorang pemimpin Ukraina.
  • Tepat: Nikifor Grigoriev (c. 1885–1919) merupakan seorang pemimpin Ukraina. Dia juga dikenal sebagai Matviy Hryhoriyiv.
10)   Tanda Kurung Siku ([...])
-          mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Contoh: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
-          mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.

11)   Tanda Petik ("...")
-          mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:
"Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia."
-          mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul "Rapor dan Nilai Prestasi di SMA" diterbitkan dalam Tempo.
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
-          mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".
-          Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh: Kata Tono, "Saya juga minta satu."
-          Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh:
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".
Bang Komar sering disebut "pahlawan"; ia sendiri tidak tahu sebabnya.

12)   Tanda Petik Tunggal ('...')
-          Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:
Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
"Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.
-          Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: feed-back 'balikan'


13)   Tanda Garis Miring (/)
-          Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh:
No. 7/PK/1973
Jalan Kramat III/10
tahun anggaran 1985/1986

-          Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam pecahan dan rumus matematika.
Contoh:
harganya Rp125,00/lembar (harganya Rp125,00 tiap lembar)
kecepatannya 20 m/s (kecepatannya 20 meter per detik)
-          Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai untuk menuliskan tanda aritmetika dasar dalam prosa. Gunakan tanda bagi  ÷ .
Contoh: 10 ÷ 2 = 5.
Catatan: sebaiknya tidak dipakai sebagai pengganti kata atau.













               





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar